post Istimewa

Tampilkan postingan dengan label Ujian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ujian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Maret 2014

Rencana #KepalaDua+1



Postingan pertama… H-? 31 atau 30? Okelah.. sipt!!!

Postingan H-31… satu bulan perjalanan menempuh sebuah misi yang baru…

Entah unek-unek ini mau dimulai dari bagian mana dulu. Rencana awalnya sih ingin buat reminder H-31 hari sebelum umurku ditambah satu. Ya… #KepalaDua+1.

Jadi sengaja bikin coretan tentang epberytieng sampai emang tiba waktunya. Entah itu curcol, omong kosong (kan rupa yang kalian baca berupa teks. Muehehehhehe), puisi, stand up comedy gagal, resep gatot, sama penyakit jiwa yang akhir-akhir ini sering melanda. Ahahah… sumpah, gue bukan anggota geng 4L4Y. Please ~(+,+)~
Udah yak,,, cukupan?

Serius loh Cuma mau baca sepenggal kisah beginian? Kalo gue mah ogah deh. Mending kepoin yang lain… hahaha… Rositaaaaaa….. ayolah… come on, serius!!!

Ya, mungkin postingan H-31 adalah coretan pertama yang bakal teringat sepanjang jalan menuju #KepalaDua+1. You know what dear???

Disaat gue berharap bakal lulus tujuh semester. Hati gue mentah-mentah nipu diri gue sendiri! Bisa bayangin nggak?

Ya, semester enam ini gue dapat seorang dosen yang kebetulan juga menjabat Pembantu Dekan bidang Akademik. Beliau orangnya cerdassss bener… pinter nggak ketulungan, sampai yang kalo ngajar itu satu kalimat bakal diprotolin tiap suku katanya untuk dikritisi dan dijabarkan!. Suweeee,,,,

Bapak ini ngajar di 16 SKS, 4 Matakuliah yang sekarang  sedang ditempuh semester enam. Kebetulan matakuliahnya pada krusial semua… beruntung satu dari tiga matakuliah dipegang Asisten Dosen yang tipikalnya juga mirip Dosen Aslinya… Ciyus mamennn…. Hanya ada satu diantara sejuta.

Tiap minggu matakuliah yang diajarkan dosen ini pasti bikin galau. Kalau nggak selalu dikasih tugas baru, tugas yang lama nggak pernah digubris. Trus klo kita ditanya, masih ngomong dua kecap kata loh udah disalahkan. Gimana mau berpendapat coba. Dan kebanyakan kakak tingkat gue yang di bimbing skripsinya mesti lamaaaaaaa lulusnya. OMG >,<

Ok..ok… dengan berat hati setelah kepo bermacam-macam blog, akhirnya gue coba untuk masuk kuliah. Ekh,,, ternyata pas mau jamnya malah males nggak ketulungan. Gue ter-dzolimi secara PSIKIS. Dan dengan ringan hati, okelah,,, ambil jatah aja hari ini… (jangan ditiru yak, please J.) dan ternyata temen sekelas gue banyak yang nggak datang gara-gara pada males dan minta di TA-in. yups, artinya bapak ini emang keren. Virus ini nggak mampir di aku aja, tapi juga ke temen-temen sekelas.

Fine klo gue pilih Abstein, tapi gara gara android gue nge-hang pula. Walhasil, jarkoman temen gue masuk jam 2 sore lebih. Apa? 

Rabu nggak Cuma matakuliah seminar, but also Ekonometrika. Minggu ini UAS pula, jadi kudu bawa laptop sama kertas per individu. Masalahnya, kuliah yang selalu jam 01.00 PM ini ada di gedung lantai 3. Habis jalan ke ruang kuliah, gue diusir sama anak-anak yang nogkrong di depan kelas. Mereka ngeyel kalo itu ruangan mereka. Kebangeten deh. Akhirnya gue yang datang telat 5 menit langsung bingung.

“Where should I go?”.

Akhirnya gue keliling dari gedung D5 lantai 3 sampai 1 buat ngecek semua ruangannya. Sapa tau ada bapak gue. Tapi nggak ada, cari lagi di D4 sampai lantai dua, nggak ada. D3 lantai 1 sampai 4 nggak ada. Keliling E4 dan E5 sama E3 untuk tanyak ke jurusan. But there is nothing. Gue keliling sama perut gue yang bener kelaparan gara-gaar belum makan seharian bikin gue nggak lincah. Gue udah jalan sekitar satu jam buat nyari kelasnya. Pikiran negative bikin gue emosional, ujian ekonometrika lek. malah ngko loro loh……. Hahah

Setelah hampir jam 2 sore, gue berhasil telp temen cowok gue sampai diangkat. Ternyata ujian di D3 206 dan dimulai jam 12:15 WIB. Padahal jarkoman SMS-nya tehitung jam 10-an. Akhirnya pas gue nemuin teman-teman gue, semua temen gue lihatnya beda, mereka kira aku ketiduran atau otak-nya nge hang. Padahal gadget aku yang bermasalah.

Ok sipt,,, at least gue hari ini juga tetep ujian Ekonometri bareng kelas lain,,… bareng kelas yang selalu bermasalah. Semoga aja hasil ujian ekonometriku baik-baik saja… untung Pak Hadi orangnya baik dan bukan tipe pengusir. Setidaknya gue masih bisa ujian ekonometri dengan takaran sukses menurut gue sendiri. No copas, no ngintiiiiiip \(>.<)/

Rabu, 03 Juli 2013

Satu malam yang mengubah hidup saya

Selamat Malam Dunia…


Saya ingin menceritakan suatu malam dalam kehidupan saya yang benar-benar mengubah hidup saya saat ini. Kejadiaan itu berlangsung di bulan Juli dua tahun silam. Tepat ketika saya sudah dinyatakan lulus dari SMA Negeri favorit di kecamatan saya. Lulus dari sebuah SMA terbaik itu sebuah kebanggaan tersendiri, karena sangat banyak orang yang membangga-banggakan SMA saya. Sekalipun anak-anak mereka tidak dapat bersekolah disana. SMA saya merupakan SMA pinggiran yang mampu menunjukkan eksistensi-nya di kancah Nasional. Dilain sisi, SMA saya merupakan SMA dengan pembangunan yang terus berlanjut tanpa henti mulai dulu hingga sekarang. Dapat dikata SMA saya adalah SMA Bonafit. Termasuk susahnya untuk lulus dalam ujian penerimaan siswa baru. Siswa SMA yang diterima selalu mempunyai kemampuan, baik dari sisi akademik serta non-akademiknya. Orang tua siswa pun punya kemampuan tersendiri untuk membayar biaya pendidikan yang mahalnya bukan main. Apalagi orang tua yang sangat menginginkan anaknya bersekolah di SMA saya, padahal anak mereka saja tidak mampu lulus ujian penerimaan siswa baru. Seperti BIASA, menyumbangkan satu set komputer dan beberapa juta rupiah untuk sebuah bangku dan meja belajar. Itu lah yang membikin SMA saya punya nama. Menyedihkan…

Ma’af, pembicaraannya teralihkan. Saya tidak ingin membicarakan seberapa bobroknya SMA kebanggaan saya. Saya ingin menceritakan kelulusan saya dari SMA saya. Ya, menyandang gelar lulus SMA Bonafit merupakan predikat terhormat bagi saya dan teman-teman. Sekaligus beban yang luar biasa berat. Kenapa? Karena kami memikul nama Almamater kami di kedua bahu kami. Bila kami lulus dan tidak menjadi apa-apa. Apa kata tetangga kami? Orang tua kami? Mantan pacar kami? Saudara kami? Guru kami? Dan mereka yang berharap menyekolahkan anaknya di SMA kami? Payah sekali kan?

Dorongan itu mampu mendorong kami, siswa satu angkatan untuk berhasil menjadi Orang yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar kami. Bukan orang yang memanfaatkan orang-orang disekitar kami. Tapi manfaat. Manfaat dari sebuah mantan Almamater Bonafit. Kamu tau pecut? Itu yang selalu memukul kaki kami untuk melangkah, disamping karena kami ingin melangkah dan berlari sekencang mungkin untuk menjauhi predikat-predikat negatif itu.

Sejak duduk di kelas 3 ( tiga ) SMA, saya dan teman SMA saya berusaha up date info kampus terbaru, kampus terbaik, kampus termurah, kampus kaya beasiswa dan kampus populer sampai kampus yang gratis,,tis,,,tis,,,. Mengikuti sejumlah try out Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN), try out Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), IPDN, Secaba, STIS, Pramugari, Akbid, dan sejumlah kampus Agama Islam Negeri. Yang masih terngiang dimimpi kami, Seorang Alumni pernah berkata, “ Yang penting kuliah, dimanapun itu yang penting kuliah. Kalian cari ilmunya dahulu, baru mencari yang lain. Kalian harus kuliah apapun yang akan menghadangmu”.

Ya, saya harus kuliah dengan cara apapun. Saya harus mendapatkan predikat Mahasiswa. Saya yakin bahwa saya bisa menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Tanpa perlu memikirkan rintangan apa didepan, saya hanya punya satu cahaya yang lebih dekat mengarah pada saya, seraya membisikkan bahwa saya harus kuliah. Saya pun mengikuti sejumlah ujian percobaan, untuk mengikuti les di Bimbel pun saya tak mampu. Saya hanya mampu beli buku. Jadilah saya beli buku dan hampir setiap saya menganggur, saya belajar dengan membaca contoh soal SNMPTN. Banyak teman saya yang mengikuti BimBel ke kota demi menunjang kemampuannya untuk lulus ujian SNMPTN. Saya juga ingin, ingin sekali. Namun itu terlalu tinggi bagi saya. BimBel hanya menghabiskan banyak uang. Dan terlalu menuntut progress belajar.

Desember 2010.

Seorang berkata pada saya bahwa ada beasiswa untuk kuliah di PTN selama 8 semester untuk program S1. Saya antusias sekali terhadap berita itu. Hampir tiap hari saya rajin mengunjungi Warung Internet ( Warnet ) dekat SMA saya untuk browsing seputar beasiswa tersebut, website kampus-kampus pun tak luput dari incaran Google. Salah satu syarat dari penerima beasiswa itu harus masuk 50% terbaik sekelas dan 30% terbaik sejurusan. Beruntunglah posisi saya berada diurutan 12 besar sejurusan dari 120-an siswa. Saya punya kesempatan untuk mencoba melamar beasiswa ini.

Januari 2011

Saya mulai mengurusi dokumen-dokumen untuk mengajukan permohonan beasiswa itu ditemani bapak saya. Hampir tiap hari kami mondar-mandir mengurus ke Balai desa, KUA, Dinas Kependudukan. Sangat menyita waktu untuk mengurus beasiswa itu. Saya terus berusaha keras melengkapi persyaratan. Hanya usaha sebagai modal yang saya punya. Bukan Uang…

Februari 2011

Pendaftaran SNMPTN mulai dibuka, saya dan teman-teman saya satu kelas yang berminat melanjutkan studi berbondong-bondong pergi ke warnet untuk mendaftar. Mendaftar secara on line membutuhkan nomor pendaftaran. Nomor itu didapat ketika kita membayar sejumlah uang sekitar Rp 200,000.00,- ke Bank yang telah ditentukan. Namun, bagi kami yang mendaftar melalui jalur Beasiswa itu, kami mendapat no pendaftaran Cuma-Cuma dari sekolah kami. 4110109097. No pendaftaran saya yang luar biasa. SNMPTN jalur undangan hanya boleh diikuti oleh siswa yang masuk peringkat 50% terbaik sekelas dan peserta tidak perlu menempuh ujian secara langsung.

Setelah pendaftaran, kerjaan yang saya lakukan tiap hari masih tetap sama. Kepo terhadapa up date-an universitas-universitas yang saya buru.

Hingga tiba suatu malam di bulan Mei, tepat tanggal 17. Satu hari sebelum kami melakukan Wisuda Kelulusan. Seorang sahabat mengirimi saya pesan singkat. Pesannya berisikan informasi pengumuman penerimaan mahasiswa baru yang bisa diakses malam ini, pukul 20.00 WIB. Segera setelah mendapat pesan itu, walaupun sudah malam untuk keluar rumah dan Warnet yang letaknya jauh sekali dari rumah saya. Rasa penasaran telah memenuhi hati saya. Akhirnya dengan motor jadul saya kala itu, Honda Prima tahun ’95. Kuda besi saya pacu secepat mungkin menuju Warnet.

Dan Kamu Tau?

Ketika hendak memasukkan nomor pendaftaran, saya pusing bukan kepalang lantaran no pendaftaran saya tidak bisa diakses. Saya coba berkali-kali sampai saya menyadari bahwa saya terlalu takut untuk mengetahui lebih lanjut. Saya cemas, bagaimana jika ternyata tuhan berkehendak lain dengan tidak meluluskan saya atau saya lulus namun di universitas yang bahkan saya tidak memilihnya?#gakmungkin Dan mungkin saya lulus pada PTN pilihan saya dan saya tidak lulus pada jalur beasiswa saya? Atau bahkan saya tidak lulus keduanya? Saya terlalu takut untuk mencobanya. Sampai setelah beberapa belas kali mencoba, saya pandangi no pendaftaran saya dan saya masukkan angkanya satu persatu. Lalu,,,

Terbuka. Dan tulisan besar menyambut laman saya untuk pertama kalinya.

“Selamat, Anda lulus seleksi SNMPTN jalur Undangan 2011”

Hahaha,,, saya girang bukan main, kemudian saya baca serinci mungkin layar monitor saya tanpa melewati satu karakter pun. Diterima pada kampus pilihan pertama saya, Universitas Negeri Malang. Alhamdulillah, karena pilihan kedua di daerah saya sendiri, Jember.

Dan lanjutannya… pada program studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan. Pilhan pertama saya. Saya sangat bangga sekali, mencoba meraih handphone saya dan langsung menelpon Bapak dan Ibu saya di rumah.

“Alhamdulillah pak, bu’, kulo masuk teng kampus UM teng Malang. Jurusane sami kalihan wedangten, Ekonomi Pembangunan” ucap saya.

Orang tua saya mendengar kabar ini langsung suram, suram sekali. Sepertinya mereka hendak melarang saya. Saya sempat berujar bahwa saya diterima dikampus itu, namun belum tentu diterima pada program beasiswa yang saya ajukan.

Saat pertama kali membaca laman dimonitor saya dan seketika saya berteriak Yes..Yes… dengan lantang di Warnet hingga semua orang yang ada di Warnet termasuk Operatornya melihat kearah saya dengan pandangan aneh. Kebanggaan saya seketika runtuh begitu saja. Bak Bulan purnama yang sudah penuh tertutup gerhana. Wajah saya suram, saya kembali ke rumah.

Saya mencoba menghibur diri. Kala itu saya membakar semangat saya dengan mengingat bahwa saya telah lulus SNMPTN, dan kemungkinan untuk tidak mendapatkan beasiswa itu hanya 5%.  Sesuai dari jatah penerima beasiswa di calon Universitas saya.

3 Juli 2013

Saya sudah menjadi mahasiswa di Almamater tercinta saya, Universitas Negeri Malang. Lebih rincinya pada prodi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan. Mengakhiri semester empat (4) dengan IPK 3,65. Sedang menikmati masa liburan menjelang semester 5. Mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi selama 4 tahun. Menikmati uang negara untuk studi perguruan tinggi saya  serta biaya hidup saya. Untuk kuliah, saya tidak keberatan satu apapun (kecuali beasiswa cairnya telat..lat..lat.. pake banget). Saya hidup ngepas namun masih tetap bernafas. Dan sekarang sedang mengetik satu malam yang mengubah hidup saya, tulisan yang sedang kalian baca ini :D

Harapan saya ketika lulus dan mampu menghidupi diri saya sendiri. Saya ingin menyalurkan kebaikan yang telah diberikan kepada saya agar kebaikan itu tidak berhenti didiri saya, namun akan terus mengalir dan menyambut yang lain untuk merasakan kebahagiaan yang pernah saya rasakan. One day I have believe that We will be the bestest. Percayalah, Tuhan tidak tidur. Dia punya segudang rencana untuk kita yang mau berubah. Mari menyebarkan kebaikan, jangan biarkan kebaikan orang lain mengendap kepadamu. Biarkan seperti semangat yang ditempa bara api :D

Rabu, 24 Oktober 2012

Coklat dari Dosen


Jadwal untuk rabu minggu ini lumayan padat. Banyak sekali dosen-dosen yang meminta ujian tengah semester. Sampai nambah jam-jam kuliah karena minggu-minggu kosong pada saat dosen tidak bisa hadir di jam mengajarnya. Dengan berat hati, teman-teman menerima keputusan untuk ujian minggu ini.
Hari rabu ini masuk siang, jam 09.30 pagi. Dengan jadwal UTS ekonomi mikro menengah. Mata kuliah paling susah semester ini. Banyak sekali teori dan perhitungan matematikanya. 30 menit telah berlalu, tapi sang dosen belum juga datang ke kelas. Dosenku, pak Hari Wahyono, terkenal sangat disiplin dan tidak pandang bulu. Terlambat lebih dari 15 menit, silahkan mengikuti perkuliahan di luar kelas, alias mengabsenkan diri. Oke, sampai saat ini saya baru absen sekali lantaran festival di Denpasar dan sekali pula terlambat lebih dari satu jam lantaran lupa jadwal. Namanya mahasiswa, kalau gak lupa tugas ya lupa masuk kelas.
Detik-demi detik terlampaui. Teman-teman pada asyik belajar, diskusi maupun menggambar kurva. Utamanya para ladies. Cowok-cowoknya sendiri nggak bisa duduk di kelas, mereka terlalu aktif bergerak. Aku yakin mereka lebih nyantai dariku. Sedang semenjak aku datang di kelas, aku duduk di pinggir dan membaca situasi serta diktatku. Ternyata tempat dan situasi ini tidak mendukung sekali untuk bisa menyelesaikan soal. Dan tepat sekali setelah itu asisten dosen masuk kelas lalu membagikan soal.
Soalnya hanya ada empat yang dijabarkan a, b, c dan d. Soal pertama bisa aku kerjakan dengan tersendat-sendat, itu pun aku tak yakin benar. Haha… berlanjut ke soal 2, soal 3, soal 4. Omaigooot… aku gak ngerti! Ini soal apa cerita bagaimana sih? Udah gak punya catatan, gak punya ide,,, fine! Inget kata guru teaterku dulu. Kalau sudah merasa tidak mampu tidak perlu mencari pertolongan lewat jalan belakang. Lagi pula, semenjak SMP dulu aku agak malas meng-copas. Soalnya keenakan gurunya, kalau aku gak bisa, berarti gurunya yang gak bisa mengajar dengan baik. Jadi, ulangan kali ini pun aku isi sebisanya. Kalau udah gak bisa ya udah. Biarin aja kosong, walaupun nanti paling-paling nilainya jelek.
Ujian diakhiri dengan kepala yang bertambah berat. Hmm, aku main-main aja kesanggar sampai mata kuliah selanjutnya. Ngobrol tentang  teater, ngopi sama nonton TV. Kebiasaan ini yang bikin males berangkat kuliah. Dengan susah payah menyemangati diri sendiri. Oke,, saya kuliah. Gak baik juga kalau kuliah udah gratis tapi masih aja mbolos.... hoho (*_0)
….ting,,tong,,ting,,tong,,, mata kuliah kedua. sudah lebih dari sejam menanti Asisten dosen satu ini. Sangat sayang melewatkan jam beliau, tapi yang ditunggu-tunggu tak nampak jua. Sampai akhir batas penantian tak datang. Para cowok turun ke lantai satu hendak pulang, dan ternyata dibawah mereka bertemu beliau. Balik lagi ke atas… buka pintu dan masuk kelas. Agendanya hari ini mengoreksi hasil UTS listening minggu lalu.
Setelah selesai merekap nilai tiap anak. Satu persatu dipanggil menurut absen, dan diakhir penilaian. Hasil ujianku mendapat nilai yang paling tinggi, 74 untuk listening. Lumayan lah, membuktikan kalau waktu listening, telingaku baik-baik saja \(^_^)/… setelah itu namaku pun dipanggil untuk maju di depan kelas dan mendapat reward. Sebatang coklat Silver Queen. Asyik.. masih ada sepotong keberuntungan hari ini. Ketika coklat itu ada di pegangan tanganku. Aku ingat kejadian seminggu lalu ketika ujian listening.
Hari rabu minggu lalu ujian mikro dibatalkan. Aku cepat-cepat pergi ke sanggar. Sore ini tepat jam dua siang, Teater Hampa akan ada perform di Graha Cakrawala.  merayakan Dies Natalis Universitas Negeri Malang yang ke 58. Disanggar, calon anggota baru sudah di cat tubuhnya untuk perform. Aku yang membantu menata rambut mereka. cuacanya mendung dan berwarna gelap. Sebentar lagi ujian listening, tapi disini ada calon penerus hampa. Apa aku batalkan saya ujianku, menyusul ujian sendiri mungkin bisa, pikirku waktu itu. Tiba-tiba hujan datang perlahan-lahan. Anak-anak yang sudah dicat harus cepat tiba di Graha cakrawala. Mereka menutupi dirinya dengan mantel dan aku bonceng dengan motorku menuju Graha  yang jaraknya sekitar 500 meter. Mereka aku turunkan di ground parkir lantai satu.
Aku kembali lagi ke sanggar. Semua sudah diantar oleh teman-teman yang lain. Termasuk Kue dari hiasan cat tembok yang masih basah telah tiba digraha. Aku sudah terlambat kuliah listening setengah jam. Aku putuskan berjalan kaki ke fakultasku dengan memakai payung. Dari depan gedung Pascasarjana, seorang teman yang harus perform baru saja datang. Aku suruh saja dia ke Graca, tapi antarkan aku dulu kuliah ke gedungku. hehe…
Aku sampai ruang lab listening. Ternyata teman-temanku sudah sepaneng dengan kertas soal serta handset di telinga mereka. Yah, aku terlambat sekali. Aku meminta ma’af pada Asisten dosen dan mendapatkan kertas soal. Sungguh tidak nyaman sekali tanpa mempunyai persiapan untuk ujian listening. Tiba-tiba mendengarkan dalam percakapan bahasa inggris itu agak nggak ngeh. “Ini orang ngomong apa sih?” batinku. Yaudah kerjain aja, yang penting hari ini isi absen. Hanya 20 menit berlalu sejak kedatanganku, kelas dibubarkan.
Mampir lagi ke sanggar, sepi.. dan ternyata teman temanku belum perform. Masih ada waktu untuk melihat mereka sore ini. Aku pergi ke Graha Cakrawala. Tepat saat puisi di bacakan lalu disusul penari-penari bercat itu. Walaupun tarian para calon anggota sangat lucu, tapi sangat Exited melihat perform pertama mereka di gedung semegah ini. Mereka keren sekali, suara gemuruh dan tepuk tangan menghujam langit-langit Graca sore ini.

Haha… padahal aku kemarin nggak niat UTS, tapi malah jadi yang paling bagus. Finally, aku sadar apa yang sedang aku cari. Belakangan ini aku kehilangan semangatku untuk berprestasi. Aku selalu membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja. Yah, sepotong coklat dari dosen ini sebagai pengingat bahwa aku masih mampu untuk terus berprestasi sekaligus berkarya. Sepotong coklat ini sama dengan sekotak coklat yang diberikan dipanggung Graca karena artikelku juara satu ditingkat maba fakultas ekonomi. Yah, pancingan semangatku… menjadi yang paling bermanfa’at… terimakasih sepotong coklat .. terima kasih Mom Ningrum untuk Hadiahnnya sore ini.. terima kasih banyak \|0_0|/