post Istimewa

Rabu, 24 Oktober 2012

Coklat dari Dosen


Jadwal untuk rabu minggu ini lumayan padat. Banyak sekali dosen-dosen yang meminta ujian tengah semester. Sampai nambah jam-jam kuliah karena minggu-minggu kosong pada saat dosen tidak bisa hadir di jam mengajarnya. Dengan berat hati, teman-teman menerima keputusan untuk ujian minggu ini.
Hari rabu ini masuk siang, jam 09.30 pagi. Dengan jadwal UTS ekonomi mikro menengah. Mata kuliah paling susah semester ini. Banyak sekali teori dan perhitungan matematikanya. 30 menit telah berlalu, tapi sang dosen belum juga datang ke kelas. Dosenku, pak Hari Wahyono, terkenal sangat disiplin dan tidak pandang bulu. Terlambat lebih dari 15 menit, silahkan mengikuti perkuliahan di luar kelas, alias mengabsenkan diri. Oke, sampai saat ini saya baru absen sekali lantaran festival di Denpasar dan sekali pula terlambat lebih dari satu jam lantaran lupa jadwal. Namanya mahasiswa, kalau gak lupa tugas ya lupa masuk kelas.
Detik-demi detik terlampaui. Teman-teman pada asyik belajar, diskusi maupun menggambar kurva. Utamanya para ladies. Cowok-cowoknya sendiri nggak bisa duduk di kelas, mereka terlalu aktif bergerak. Aku yakin mereka lebih nyantai dariku. Sedang semenjak aku datang di kelas, aku duduk di pinggir dan membaca situasi serta diktatku. Ternyata tempat dan situasi ini tidak mendukung sekali untuk bisa menyelesaikan soal. Dan tepat sekali setelah itu asisten dosen masuk kelas lalu membagikan soal.
Soalnya hanya ada empat yang dijabarkan a, b, c dan d. Soal pertama bisa aku kerjakan dengan tersendat-sendat, itu pun aku tak yakin benar. Haha… berlanjut ke soal 2, soal 3, soal 4. Omaigooot… aku gak ngerti! Ini soal apa cerita bagaimana sih? Udah gak punya catatan, gak punya ide,,, fine! Inget kata guru teaterku dulu. Kalau sudah merasa tidak mampu tidak perlu mencari pertolongan lewat jalan belakang. Lagi pula, semenjak SMP dulu aku agak malas meng-copas. Soalnya keenakan gurunya, kalau aku gak bisa, berarti gurunya yang gak bisa mengajar dengan baik. Jadi, ulangan kali ini pun aku isi sebisanya. Kalau udah gak bisa ya udah. Biarin aja kosong, walaupun nanti paling-paling nilainya jelek.
Ujian diakhiri dengan kepala yang bertambah berat. Hmm, aku main-main aja kesanggar sampai mata kuliah selanjutnya. Ngobrol tentang  teater, ngopi sama nonton TV. Kebiasaan ini yang bikin males berangkat kuliah. Dengan susah payah menyemangati diri sendiri. Oke,, saya kuliah. Gak baik juga kalau kuliah udah gratis tapi masih aja mbolos.... hoho (*_0)
….ting,,tong,,ting,,tong,,, mata kuliah kedua. sudah lebih dari sejam menanti Asisten dosen satu ini. Sangat sayang melewatkan jam beliau, tapi yang ditunggu-tunggu tak nampak jua. Sampai akhir batas penantian tak datang. Para cowok turun ke lantai satu hendak pulang, dan ternyata dibawah mereka bertemu beliau. Balik lagi ke atas… buka pintu dan masuk kelas. Agendanya hari ini mengoreksi hasil UTS listening minggu lalu.
Setelah selesai merekap nilai tiap anak. Satu persatu dipanggil menurut absen, dan diakhir penilaian. Hasil ujianku mendapat nilai yang paling tinggi, 74 untuk listening. Lumayan lah, membuktikan kalau waktu listening, telingaku baik-baik saja \(^_^)/… setelah itu namaku pun dipanggil untuk maju di depan kelas dan mendapat reward. Sebatang coklat Silver Queen. Asyik.. masih ada sepotong keberuntungan hari ini. Ketika coklat itu ada di pegangan tanganku. Aku ingat kejadian seminggu lalu ketika ujian listening.
Hari rabu minggu lalu ujian mikro dibatalkan. Aku cepat-cepat pergi ke sanggar. Sore ini tepat jam dua siang, Teater Hampa akan ada perform di Graha Cakrawala.  merayakan Dies Natalis Universitas Negeri Malang yang ke 58. Disanggar, calon anggota baru sudah di cat tubuhnya untuk perform. Aku yang membantu menata rambut mereka. cuacanya mendung dan berwarna gelap. Sebentar lagi ujian listening, tapi disini ada calon penerus hampa. Apa aku batalkan saya ujianku, menyusul ujian sendiri mungkin bisa, pikirku waktu itu. Tiba-tiba hujan datang perlahan-lahan. Anak-anak yang sudah dicat harus cepat tiba di Graha cakrawala. Mereka menutupi dirinya dengan mantel dan aku bonceng dengan motorku menuju Graha  yang jaraknya sekitar 500 meter. Mereka aku turunkan di ground parkir lantai satu.
Aku kembali lagi ke sanggar. Semua sudah diantar oleh teman-teman yang lain. Termasuk Kue dari hiasan cat tembok yang masih basah telah tiba digraha. Aku sudah terlambat kuliah listening setengah jam. Aku putuskan berjalan kaki ke fakultasku dengan memakai payung. Dari depan gedung Pascasarjana, seorang teman yang harus perform baru saja datang. Aku suruh saja dia ke Graca, tapi antarkan aku dulu kuliah ke gedungku. hehe…
Aku sampai ruang lab listening. Ternyata teman-temanku sudah sepaneng dengan kertas soal serta handset di telinga mereka. Yah, aku terlambat sekali. Aku meminta ma’af pada Asisten dosen dan mendapatkan kertas soal. Sungguh tidak nyaman sekali tanpa mempunyai persiapan untuk ujian listening. Tiba-tiba mendengarkan dalam percakapan bahasa inggris itu agak nggak ngeh. “Ini orang ngomong apa sih?” batinku. Yaudah kerjain aja, yang penting hari ini isi absen. Hanya 20 menit berlalu sejak kedatanganku, kelas dibubarkan.
Mampir lagi ke sanggar, sepi.. dan ternyata teman temanku belum perform. Masih ada waktu untuk melihat mereka sore ini. Aku pergi ke Graha Cakrawala. Tepat saat puisi di bacakan lalu disusul penari-penari bercat itu. Walaupun tarian para calon anggota sangat lucu, tapi sangat Exited melihat perform pertama mereka di gedung semegah ini. Mereka keren sekali, suara gemuruh dan tepuk tangan menghujam langit-langit Graca sore ini.

Haha… padahal aku kemarin nggak niat UTS, tapi malah jadi yang paling bagus. Finally, aku sadar apa yang sedang aku cari. Belakangan ini aku kehilangan semangatku untuk berprestasi. Aku selalu membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja. Yah, sepotong coklat dari dosen ini sebagai pengingat bahwa aku masih mampu untuk terus berprestasi sekaligus berkarya. Sepotong coklat ini sama dengan sekotak coklat yang diberikan dipanggung Graca karena artikelku juara satu ditingkat maba fakultas ekonomi. Yah, pancingan semangatku… menjadi yang paling bermanfa’at… terimakasih sepotong coklat .. terima kasih Mom Ningrum untuk Hadiahnnya sore ini.. terima kasih banyak \|0_0|/