post Istimewa

Tampilkan postingan dengan label kakak laki-laki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kakak laki-laki. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Maret 2015

kakak yang sempurna

Ketika seseorang mencari kesempurnaan dalam hidupnya… pasti akan merana. Menghabiskan seluruh waktu untuk menemukan sesuatu yang sempurna, tanpa sadar semua yang dimilikinya akan menghilang perlahan… tidak masalah mengejar sesuatu yang lebih baik, tapi apakah kau yakin akan menemukan yang lebih baik saat kau telah meninggalkan seseorang yang dulu sempat kau sematkan kata “Sempurna” darinya?

It’s to complicated for me. Meanwhile by the day I got being old.. spending my time for my favorite one, then the time has gone without any permission.

Thought it too far and far away losing time…

Then, , ,

Aku terduduk disebuah sudut ruangan yang gelap, seseorang telah pergi tanpa berpamitan… untuk selamanya…

Aku hanya butuh kamu, seorang kakak…
Yang menemani, mengajari, mengolok-olok dan berbagi semua hal dalam suka dan duka tanpa memperhatikan siapa yang mendapat lebih banyak. Membelaku dari semua masalah tanpa memandang kesalahanku…

Kakakku tidak sempurna, tapi tuhan telah mengambilnya lebih dulu. Bahkan saat mereka dua dan aku belum tumbuh sebagai sosok manusia dewasa. Mereka tidak sempurna seperti yang kadang aku harapkan. Kesempurnaan mereka telah mampu memanggil Tuhan untuk mengambil jiwanya di dunia.

Tuhan dengan segala kebaikan,,, tempatkan mereka berdua di Surga, tempat dimana aku akan berjalan ke arahnya…
Pantai Papuma, tempat terakhir saat dia masih dapat bernafas

Kakak dengan segala keterbatasanku, aku merindukanmu
Kulengkapi ketidaksempurnaanmu untuk membuat rumah kita sempurna L J

Selasa, 19 November 2013

Laut itu Kebebasan

            Laut itu kebebasan yang nyata, surga maha luas yang dijatuhkan tuhan ke dunia. Warnanya adalah ketenangan dan rasa cinta damai. Gambaran kecil surga Tuhan yang begitu nyata.
            Ombak pantai utara jawa yang tenang, berasa damai walau mungkin ada sesuatu yang dirahasiakan. Ini hanya perumpamaan sifat manusia. Berbeda dengan ombak pantai selatan yang penuh gairah dan keangkuhan, bahkan nyawa saudaraku sendiri berakhir disana.
            Aku mencintai laut seperti aku menyayangi ibuku. Karena laut mampu mengobati sakit yang serasa menggerogoti. Laut yang biru seperti hati ibuku yang sayu. Melemah dalam kehangatan keluarga kecil kami. Ibu… ibu yang dulu selalu melarangku pergi kelaut sejak kematian kakak. Dulu, aku pernah tak melihat laut biru selama beberapa tahun. Mungkin sekitar enam tahun. Sekalipun jarak antara pantai dan SMP-ku hanya 15 menit.
            Laut itu adalah kakak laki-laki yang paling tua. Melalui deburan ombak laut biru, kakak mencoba membisikkan sesuatu. “Rindu”. Merindu adik perempuan satu-satunya yang hoby bertengkar dan merajuk. Kakak yang mengajari banyak hal, mengalah dalam berbagai kesempatan dan mengungkapkan sayang dengan cara yang berbeda.
            Laut adalah kebebasan dan kebebasan adalah surga kecil yang dijatuhkan tuhan di dunia. Laut adalah air yang membiru, dalam, ombak, epos, buih dan laut adalah rahasia yang dalam.
            Laut kedamaian hakiki
            Potongan kecil keluarga kami.


Rembang, 12 November 2013