post Istimewa

Jumat, 13 April 2012


Kenapa sih selalu iri???
Kenapa selalu nangis liat PP atau album temen-temen Fb yang membawa tas ransel gunung, bersandal gunung, bersweater hangat, berkerpus, membuka tenda, berapi unggun. rasanya seperti ditusuk-tusuk pake jarum. ces,,ces,, ces,,, sakitttttttttttttttttt bangets. #lebay tapi alay

kapan ya gue bisa naik gunung lagi? teman naik gunung aja kagak ada!(#huft,, seballll~,~'')
rasanya itu seperti luka yang dikasih garam. pedih bangets,,,,

semua ini berawal dari cinta yang ditolak kakak pecinta alam itu. Kakak yang keren dengan semua angan, ideology dan idealis yang tinggi. Namanya Pratama El. Tapi panggilannya tama. Lagi pula perduli apa dengan namanya. Dia seorang cowok jawa tulen, dengan tinggi 175 cm, kekar. Warna kulitnya sawo matang bersih khas orang Indonesia. Sudah bekerja di semacam perusahaan sektor vital Indonesia, PLN. Hahaha,,,,,
orang yang mampu membius hati ini dengan Kata-Kata Cintaaa…..

Pertama kali kenal mas tama saat kuputuskan untuk ikut teater d SMA-ku. Kebetulan yang jadi pelatihnya waktu itu masih kuliah, sedang aku masih baru kelas satu SMA. Jadi rasanya kenal anak kuliahan itu kerenn sekali,,,, # klo sekarang biasa aja~,~’’
Rabu  sore,  sekitar ba’da Ashar di lapangan tengah sekolah dengan seragam putih abu-abu. Berharap pemakluman di hari pertama ikut latihan. Lalu dari gerbang dalam sekolah, seorang cowok mengendarai sepeda ontel tua dengan membawa tas  pinggang. Aku kira orang mana masuk sekolahku kayak begitu.eh, ternyata itu orang pelatih teater d sekolah ini. Praduga pertama yang salah cerita.

Memang yang diajarkan tentang teater saja, tapi sedikit lebih banyak masuk juga ke ranah pengetahuan yang lain. Mulai dari tentang pacaran, cara membujuk kepala kesiswaan supaya meloloskan proposal kegiatan. Lalu juga tentang betapa busuknya pihak sekolah dalam aliran dana dari Diknas. Kemudian salah satu ceritanya yang ter-up date tentang hiking, diving and everything about adventure. That’s so wonderful story and membuatnya enjoy selalu.
Ada yang diving dikepulauan seribu. Satu yang paling berkesan baginya setelah berhasil di terima di kantor PLN pusat. Foto-foto yang banyak di pamerkannya di facebook. Semuanya serba wonderfull dan menghabiskan banyak uang. Selain dapat menyelam dan memburu ikan-ikan hias di pantai yang masih bersih.
Itu secercah sinar yang membuatku tertarik dengan dunia alam liar. Camping-camping dan menelusuri jalanan baru di hutan – hutan yang masih jarang disinggahi orang. Melihat mentari pagi diatas puncak gunung, melewati ladang-ladang bunga di ranu pane, ranu kumbolo. Dan ceritanya  tentang tanjakan cinta. Ya,,,saat dia masih punya hubungan cinta dengan seorang wanita asal Riau. Nama kekasihnya bunda amarilis. Berharap hubungan mereka seperti amarilis dan air. Namun tumbang juga oleh terpaan gelombang badai dari calon mempela perempuan. Mungkin karena jarak mereka yang sangat jauh. Seandainya aja sewaktu dia berlari ditanjakan cinta menyebut namaku. Mungkin saat ini aku masih sangat setia.
Iya, itu cerita masa lalu yang masih menyisakan kenangan untuk saat ini. Setidaknya masa putih abu-abuku jauh berwarna dari pada sekolah pulang-sekolah pulang.
Sekarang masanya untuk kuliah. Meninggalkan gaya hidup siswa putih abu-abu. Memilih kampus yang letaknya jauh dari rumah. Supaya kehidupan ini semakin berwarna. Memilih lokasi di dataran tinggi di provinsi yang sama. Sayangnya masih belum bisa mencari kawan-kawan yang bisa diajak berpetualang bersama membuka cerita di air terjun yang banyak bercecer di bukit-bukit tinggi.
(-,-)” mencari kawan, adakah kau tertarik mengajakku adventure bersama. Ayolah,, ajak aku naik gunung {“-“}

coban rondo- Batu, Malang