post Istimewa

Minggu, 09 Desember 2012

what should i do?

ketika kedua orang tuamu sedang mempunyai masalah. hal ini terasa sangat tidak nyaman. sedang posisimu saat ini sedang ada di luar kota. yah, seperti itulah yang sedang terjadi padaku.

karena ketidaktahuanku, aku menelpon orang tuaku di desa. kebetulan di rumah ada sebuah hape yang kadang dibawa bapak, kadang dibawa ibuk. kalo mau sms terus disampaikan ke siapa pasti bakal disampein karena hape cuma satu dan berlaku umum.

kali ini, hal itu sudah tidak berlaku lagi di rumah kami. hape hanya dibawa bapak, dan sms juga tidak disampaikan. dibalas saja tidak, padahal kalo di telp juga diangkat. dan karena ketidak tahuanku tentang apa yang terjadi di rumah, aku sms ke bapak untuk mengirimiku sejumlah uang untuk bertahan hidup di kota hedonis ini. pesan terkirim, itu saja yang kutahu.

siang hari di kampus aku pergi ke mesin ATM yang letaknya lumayan jauh dari gedung kuliahku. ketika aku masuk, aku cek ATM beasiswa bidik misiku dan saldonya kurang dari Rp 50.000. lalu aku cek ATM-ku yang satu lagi. saldonya Rp 54.000, tetap saja tidak bisa diambil karena sisa kurang dari Rp 50.000. oke, fine... mungkin bapak masih sibuk di sawah dan bakal dikirim siang ini. jadi aku akan ngecek lagi nanti malam sehabis magrib dan sekalian sarapan sambil meneguk ludah.

aku sms bapak, "uangnya sudah dikirim?" sehabis isya' dan kutunggu sampai jam 9 malam. mungkin bapak capek karena seharian bekerja di bawah terik matahari dan sudah tertidur pulas seperti biasanya. karena dirumah kami hanya ada sebuah televisi 14 inch dengan tiga channel. RCTI, Indosiar, dan TVRI. sehingga jarang kami temui tayangan televisi yang bagus. apalagi rumah kami  bertetangga dengan sawah kecuali tetangga kanan kami. tapi mereka juga selalu keluar rumah tiap sehabis magrib untuk melihat televisi di rumah kerabatnya. jadilah rumah kami sangat sepi setiap malam hingga jarang sekali ada orang yang mau lewat jalan depan rumah kalau tidak musim bajak sawah.

karena sudah terlalu lapar, akhirnya aku pergi keluar dengan Vario merah kesayanganku. (motor yang kami dapat karena keberuntungan.) aku mencari mesin ATM yang paling dekat dengan kosan. dan hasilnya setelah aku cek ternyata masih kosong. oh tuhan, rasanya aku sudah tidak kuat bersabar lagi. sudah seminggu aku mengurangi jatah makanku. aku selalu makan sembunyi-sembunyi agar teman kos dan ibu kosku tidak tau. yang mereka tau, aku selalu bangun pagi lalu masak nasi dan menggoreng teri(sejenis ikan kecil-kecil yang gurih). ketika mereka tidak ada, aku makan nasi putih dan teri itu begitu saja. dihari yang lain, mbak kosku membagi-bagi sepiring nasi goreng pagi di pagi hari. lumayan untuk makan hari ini. uang hanya tinggal Rp 20.000 untuk 2 minggu. aku harus kuat. mungkin akan dikirim besok.

keesokan harinya aku telp bapak dengan pulsa hutang ke temenku yang bayarnya bisa dihutang. lalu aku sapa bapakku, dan aku tanyakan kenapa masih belum dikirim. bapak bilang hari ini hari sabtu dan bank tutup. beliau bilang akan mengirimiku uang hari senin. namun aku sudah bersikeras untuk meminta dikirim hari ini lewat mesin ATM saja. bapak bilang tidak bisa dan tetap bilang tidak bisa. telp ditutup. tut..tutt..tuttt....
akhirnya aku kirimi SMS cara mentransfer uang lewat ATM.

hari ini pun aku masak beras sangat banyak, yah seukuran untuk masak dua hari. aku akan menggoreng nasi itu dengan bumbu seadanya. aku hanya punya garam, bawang merah dan bawang putih. tidak ada cabai. tapi aku masih punya royco untuk memberikan rasa yang pas. yang pas saat kita merasa tidak pas >.<.
kugoreng semua nasi itu untuk sarapan , makan siang dan makan malam. semoga hari ini tidak akan merasa lapar lagi.

aku tunggu hingga sore, aku SMS lagi dan bapak masih juga belum mengirimkan uang. aku sungkan untuk menangis ditelpon. aku tak tau besok minggu akan makan apa aku. padahal minggu ini temen  kosku pada pulang semua ke rumah halaman masing-masing. tidak ada kesempatan untuk ngutang lagi. aku diam termenung cukup lama di depan laptopku. cukup lama sekali. aku ingin menjual hapeku, siapa saja laku. namun niat itu urung karena tidak mungkin menjual barang yang sudah menjadi kebutuhan primer itu. aku harus jual apa.

akhirnya minggu pagi itu aku sarapan air minum sampai kenyang, makan siang dengan air minum sampe kenyang, makan malam dengan air minum sampe kenyang. sampai aku dapat bermimpi dengan indah. aku harus cepat lulus dari kuliah ini. sampe hari senin minggu ini pun aku belum makan nasi, hanya air minum, tahu goreng dari bu kosku dan mie instan satu bungkus. aku tak tau aku makan apa nanti. aku masih mempunyai beras yang kubawa dari rumah. motorku juga sudah tidak diisi bensin selama seminggu ini. itu pun aku gunakan untuk transportasi kos-kampus sehari sekali. beruntungnya aku masih mempunyai sepeda gunung yang juga baru setengah tahun ini aku miliki. uang beasiswa waktu libur panjang semester kemarin. rasanya aku seperti berdosa pada Vario merahku.  di rumah saja adikku yang masih kelas dua SMK aku beri sepeda motor warisan saat aku SMA dulu. sepeda motor honda Prima yang sebenarnya sangat irit sekali, dan aku suka walaupun tidak terlihat keren. sedang bapak dirumah dengan motor suzuki alfa hitamnya, masih sekelas dengan prima. hanya lebih boros dan asapnya sangat banyak sekali.

aku rasa menjadi mahasiswa itu memang penuh perjuangan. meneruskan perjuanganku dulu saat niat untuk kuliahku ditentang. badai itu datang lagi. makan enak bukan jaminan untuk cerdas. saya yakin saya bisa melakukan banyak hal walaupun dengan batasan. karena saya mahasiswa bidik misi. saya mahasiswa PTN yang diterima tanpa seleksi masuk, tanpa ujian, tanpa suap. hanya karena nilai raport SMA-ku baik. berarti saya harus menanggung resiko ini. kuliah harus tetap berrjalan apapun yang terjadi. semangat semester satu harus muncul lagi. semangat yang membara untuk menuntut ilmu, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

dan akhirnya saya tau kalau dirumah, antara kedua orang tuaku sedang tidak dalam keadaan yang baik. aku tidak boleh terus meminta uang atau itu akan menghancurkan hubungan mereka yang sangat buruk akhir-akhir ini. mungkin saat liburan semester ini aku tidak akan pulang. aku disini saja baca buku. yaps, aku tidak akan pulang bila kedua orang tuaku masih berseteru. aku mahasiswa dan aku tetap harus berbakti pada orang tua. 

what should i do? awalnya aku tulis dengan sejuta tanya, air mata dan penyesalan. namun mengingatmu kawan, tetap membuatku bersemangat. kita masih punya banyak mimpi dan cita-cita. jika kau bertanya what should i do? jawabannya ada di dirimu sendiri. do somethng better, or do something helpfull. i love my father, i love my mother, i love my parents what matter you are :* 



Malang, 10 Desember 2012